Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Abu Bakar Sang Wangi Kasturi

  Allah akan menolong hamba-Nya yang baik adalah milik orang-orang yang bertakwa. Allah SWT tidak akan membiarkan orang-orang yang bertakwa hidup dalam kesedihan, penderitaan, dan penindasan. Dia akan menyusupkan kedalam hati mereka rasa tenang dan bahagia, meskipun saat itu mereka sedang di penjara ujian dan cobaan yang datang silih berganti. Kali ini, saya akan berbagi kisah seorang lelaki yang namanya harum semerbak dan kisah hidupnya menjadi teladan dalam diri orang-orang yang beriman, dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq si Wangi Kesturi. Apa yang meneybabkan Abu Bakar dijuluki demikian? Berikut kisahnya : Ketika orang-orang bertanya kepada Abu Bakar, “Kami selalu mencium bau harum kesturi dari tubuhmu, sedangkan kamu tidak memakai kesturi, apakah yang menyebabkannya?” Dia Menjawab “Demi Allah, sesungguhnya aku sejak bertahun-tahun sudah tidak memakai kesturi lagi, tetapi baunya masih bersamaku. Sebabnya adalah, pada suatu ketika ada seorang wanita yang melakukan tipu daya terhadapku sehi

Masya Allah! Kisah ini Sungguh Luar Biasa! Sebuah Keajaiban Al-Quran! Simak Selengkapnya

  Sahabat Santri Ngaji Online yang di Rahmati Allah SWT, kali ini saya akan berbagi kisah mengharukan, kisah yang bisa membuat kita berdetak kagum atas keagungan Allah SWT, sebuah kisah yang sekaligus menampar kita, sudahkah kita menjadikan AL-Quran sebagai sahabat kita? Sebauh kisah ini merupakan kisah seorang kakek tua yang sudah hidup bersama Al-Qur’an, menjadikan Al-Quran sebagai kekasih hati dan sahabatnya. KIsah ini dituturkan oleh Ustadz Bachtiar Nasir dalam sebuah kajian tafsir yang membahas tentang surah Al-Baqarah ayat 120-121. beliau bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal AL-Quran yang membuat jama’ah berdecak kagum. Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi untuk mengatasi penyakitnya, dan dokter menyarankan untuk segera dilaksanakan. Diluar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun mencoba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sem

10 Kunci agar Hati dan Jiwa Tenang

  Sahabat Santri Ngaji Online yang di Rahmati Allah, kali ini, saya akan berbagi mengenai beberapa hal yang bisa membuat hidup kita lebih berarti, hidup dalam kedamaian, hidup dalam kebahagiaan di Dunia & di akhirat In syaa Allah. Sebenarnya, untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, tidaklah sulit tergantung diri kita mau atau tidak untuk melakukannya. Semoga dengan coretan pena ini dapat menginspirasi pembaca setia Santri Ngaji Online. Baiklah, langsung saja simak 10 kunci agar hati kita tetap tenang meski ditengah badai yang menerkam 1.  Tidak Membenci Mengapa saya meletakkan point ini dipoint pertama? Sebab point inilah yang mudah-mudah susah. Sebagai manusia, kita dikaruniai akal, pemikiran & kekuatan, bila mana kita merasa terdlolimi, bila kita disakiti, bila kita dihina oleh orang lain akal akal nafsu kita akan membawa akal dan hati kita naik menuju pemikiran untuk membalas perbuatan tersebut. Kebencian yang perlahan menyelimuti hati hita tanpa kita sadari perlahan akan me

Kisah Inspiratif Penuh Hikmah! Ketika Ibadah Tak Lagi Terasa Manis? Simak Selengkapnya!

  Kisah ini diambil dari Kisah Hikmah Majalah Nurul Hayat Edisi Juli 2016, sebuah kisah yang akan menginspirasi kita semua agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu, yang akan kita masukkan kedalam tubuh kita, terlebih makanan yang akan berbaur dengan darah dan daging kita, berhati-hatilah saat kita akan memasukkan sesuatu kedalam tubuh kita terlebih dengan cara yang tidak halal. Semoga kita dapat mengambil hikmah dibalik kisah ini Tak ada yang ragu soal kealiman dan kezuhudan Abu Yazid Al-Busthami. Tokoh sufi ternama abad ke-9 ini termasuk hamba dengan ketaatan yang utuh. Kehidupan Abu Yazid nyaris penuh dengan aktifitas ibadah. Namun ada yang janggal dihatinya ketika bertahun-tahun beribadah tapi ia tak pernah merasakan kenikmatan dan kelezatan ibadah. Mengapa? Abu Yazid telah berikhtiar maksimal. Totalitas adalah prinsip baginya dalam menghamba kepada Allah SWT. Lalu, kenapa kejanggalan itu terjadi? Pertanyaan ini terus mengganggu pikirannya hingga Abu Yazid menghadap ibuny